Dear all,
Nggak kerasa, kurang lebih dua minggu sudah berita tentang perang (yang nggak seimbang) antara Hamas-Palestina n Israel wara wiri di acara berita di TV. Berita tentang kekejaman Israel juga makin membludak yang masuk ke inbox email. Semakin membuka mata tentang betapa manusia bisa menjadi mosnter bagi manusia yang lain.
Gw bukan orang yang terlalu tertarik dengan masalah politik. Gw nggak begitu ngerti apa yang terjadi antara Hamas dengan Israel. But come on, ketika melihat anak balita mati karna peluru yang bersarang diperutnya atau melihat seorang bapak menangisi ketiga anaknya yang mati tertembak mustahil hati lu nggak ikut menangis. Ato ketika melihat dua tentara Israel yang berfoto di depan mayat laki-laki Palestina, yang gw yakin pasti bikin lu merasa jijik.
Dan pas gw nyetrika sendirian tadi malem (hehe, jadi upik abu), gw mikir...disaat gw bisa dengan tenangnya hidup...pulang pergi ke kantor, buka2 facebook, chatting sama temen2 gw. Yang paling gw khawatirin saat ini cuman,"kapan ya gw dapet kerja tetap?". Sementara di belahan bumi yang laen, ada orang-orang yang khawatir apakah dia akan hidup besok? Apakah masih bisa bertemu keluarganya besok?
And I keep asking to myself, "What can I do?"
Friday, January 16, 2009
The Alchemyst: The Secret of The Immortal Nicholas Flamel

Dear all,
Buku pertama yang berhasil gw selesaikan di bulan Januari ini. Judulnya "The Alchemyst: The Secret of The Immortal Nicholas Flammel". Secara umum, buku ini tipe lainnya dari bukunya HarPot, Narnia, dan buku lain yang melibatkan penyihir. Kalo yang suka baca buku HarPot, masih inget di buku HarPot pertama pernah disebut-sebut tentang seseorang yang membuat sebuah batu bertuah, yang bisa bikin si empunya hidup ratusan tahun? Batu yang diincer-incer sama Voldemort? Inget kalo Ron nyariin namanya di perpus selama liburan musim dingin, tapi nggak ketemu2? Sementara Hermione yang nyari beberapa saat langsung ketemu? Inget kalo namanya Nicholas Flamel. Yup, buku The Alchemyst ini menceritakan tentang legenda Nicholas Flamel yang itu.
Cerita ini berkisah tentang perebutan buku Abraham sang Magus, yang memuat tentang rahasia kehidupan abadi, antara Flamel dan Dr. John Dee (tokoh antagonis dalam buku ini). Dee bekerja untuk Ras Tetua Gelap yang ingin berkuasa kembali di dunia. Ras Tetua yang diceritakan dalam buku ini merupakan perwujudan dewa dewi yang jaman dahulu di sembah oleh manusia. Sebut aja misalnya, Dewi Bastet, dewi kucing dari mitologi yunani (kalo nggak salah). Dalam suatu pertarungan antara Flamel dan Dee, buku Codex (sebutan lain dari buku Abraham sang Magus) berhasil direbut oleh Dee. Secara tidak sengaja, pertarungan antara dua legenda tersebut melibatkan dua anak manusia (yang disebut humani) kembar, Sophie dan Josh. Dalam usahanya menolong Flamel, ternyata Josh berhasil merebut dua lembar halaman buku Codex. Sehingga upaya Dee dalam membangkitkan kembali Ras Tetua nggak berjalan dengan lancar. Mulai lah petualangan seru Sophie, Josh, dan Flamel dalam memperebutkan kembali buku Codex tersebut.
Gw suka beberapa hal dari buku ini. Yang pertama adalah cerita yang seru bahkan dari bab-bab awalnya. Ceritanya dibangun dengan cukup cepat tapi nggak terkesan terburu-buru. Jadi mulai dari awal-awal gw udah enggan buat ngelepasin buku ini dari tangan gw. Terus, Michael Scott (penulisnya) dengan cerdik menggabungkan antara mitologi, legenda, dan sejarah ke dalam suatu cerita yang menarik dan mengalir. Ketiga, cerita ini nggak terlalu berat. Jadi bacanya juga nggak membutuhkan terlalu banyak mikir.
Buku pertama yang berhasil gw selesaikan di bulan Januari ini. Judulnya "The Alchemyst: The Secret of The Immortal Nicholas Flammel". Secara umum, buku ini tipe lainnya dari bukunya HarPot, Narnia, dan buku lain yang melibatkan penyihir. Kalo yang suka baca buku HarPot, masih inget di buku HarPot pertama pernah disebut-sebut tentang seseorang yang membuat sebuah batu bertuah, yang bisa bikin si empunya hidup ratusan tahun? Batu yang diincer-incer sama Voldemort? Inget kalo Ron nyariin namanya di perpus selama liburan musim dingin, tapi nggak ketemu2? Sementara Hermione yang nyari beberapa saat langsung ketemu? Inget kalo namanya Nicholas Flamel. Yup, buku The Alchemyst ini menceritakan tentang legenda Nicholas Flamel yang itu.
Cerita ini berkisah tentang perebutan buku Abraham sang Magus, yang memuat tentang rahasia kehidupan abadi, antara Flamel dan Dr. John Dee (tokoh antagonis dalam buku ini). Dee bekerja untuk Ras Tetua Gelap yang ingin berkuasa kembali di dunia. Ras Tetua yang diceritakan dalam buku ini merupakan perwujudan dewa dewi yang jaman dahulu di sembah oleh manusia. Sebut aja misalnya, Dewi Bastet, dewi kucing dari mitologi yunani (kalo nggak salah). Dalam suatu pertarungan antara Flamel dan Dee, buku Codex (sebutan lain dari buku Abraham sang Magus) berhasil direbut oleh Dee. Secara tidak sengaja, pertarungan antara dua legenda tersebut melibatkan dua anak manusia (yang disebut humani) kembar, Sophie dan Josh. Dalam usahanya menolong Flamel, ternyata Josh berhasil merebut dua lembar halaman buku Codex. Sehingga upaya Dee dalam membangkitkan kembali Ras Tetua nggak berjalan dengan lancar. Mulai lah petualangan seru Sophie, Josh, dan Flamel dalam memperebutkan kembali buku Codex tersebut.
Gw suka beberapa hal dari buku ini. Yang pertama adalah cerita yang seru bahkan dari bab-bab awalnya. Ceritanya dibangun dengan cukup cepat tapi nggak terkesan terburu-buru. Jadi mulai dari awal-awal gw udah enggan buat ngelepasin buku ini dari tangan gw. Terus, Michael Scott (penulisnya) dengan cerdik menggabungkan antara mitologi, legenda, dan sejarah ke dalam suatu cerita yang menarik dan mengalir. Ketiga, cerita ini nggak terlalu berat. Jadi bacanya juga nggak membutuhkan terlalu banyak mikir.
Tapi, ada yang hal yang paling mengganggu gw. Yaitu tokoh mitologi di dalam buku ini terlalu banyak dan diceritakan dalam waktu yang sempit. Jadi cukup sulit mengingat tokoh mana yang bentuknya seperti apa. Kalo lupa, biasanya gw balik lagi ke bagian yang menyebutkan tentang tokoh itu.
Nah, itu aja review buku yang baru gw baca. Tunggu aja review buku selanjutnya ya.....
Nah, itu aja review buku yang baru gw baca. Tunggu aja review buku selanjutnya ya.....
Monday, January 5, 2009
Pagi, Cepatlah Datang
I hardly can wait
For the sun rises in the next morning
When it comes,
I'll fill my lungs with hope
To catch even just a glimpse of you
For the sun rises in the next morning
When it comes,
I'll fill my lungs with hope
To catch even just a glimpse of you
Welcome 2009
Dear all,
Happy New Year!!!
Senangnya akhirnya bisa manatap n memulai lembaran baru. Taon 2008 udah lewat, taon 2009 baruuuu aja dateng. Moga2 semua hal bisa lebih mantap di tahun yang baru. Ada yang udah nyiapin resolusi taon baru yang bejubel? Listnya udah sepanjang apa tuh? Ato ada yang "just see what come ahead"? Terserah pilihan masing2 sih ya, mau seperti apa menghadapi tahun yang akan datang ini. Penuh dengan rencana-rencana or ikut sistem "just let it flow".
Gw? Well, penuh dengan plan A, plan B, plan C...tapi belom tertuliskan. Hehehe...
Paling nggak, gw mengakhiri tahun 2008 dengan kenangan yang manis. Gw sekeluarga pergi berlibur ke Jogja. Akhirnya, cita-cita bertahun-tahun yang lalu baru tersampaikan sekarang. First destination pas nyampe Jogja, kemana lagi kalau bukan ke Maliboro. Hm, tipikal turis sekali. Dua hari pertama kita habiskan di jalanan Malioboro. Nyokap hunting pernak-pernik buat rumah. Gw memburu baju2 batik.
Tapi yang paling berkesan dari semua itu adalah pas malam tahun barunya. Kita semua nonton Sendratari Ramayana di panggung terbukanya Prambanan. The ballet was sooooo beautiful. Gw suka banget. Dan karena tariannya dikolaborasi sama Reog Panorogo, dll, jadinya pertunjukkannya sangat atraktif. Rame banget deh. Habis sendratarinya, setelah detik-detik tahun baru, seperti biasa ada pertunjukan kembang api. Wuih, kembang apinya baguuuussss banget. Yah, walopun ngeluarin lumayan banyak duit (250 rebu each person), tapi worth it lah kalo menurut gw. Apalagi kalo yang ngebayarin nyokap. Hehehehe.
Happy New Year!!!
Senangnya akhirnya bisa manatap n memulai lembaran baru. Taon 2008 udah lewat, taon 2009 baruuuu aja dateng. Moga2 semua hal bisa lebih mantap di tahun yang baru. Ada yang udah nyiapin resolusi taon baru yang bejubel? Listnya udah sepanjang apa tuh? Ato ada yang "just see what come ahead"? Terserah pilihan masing2 sih ya, mau seperti apa menghadapi tahun yang akan datang ini. Penuh dengan rencana-rencana or ikut sistem "just let it flow".
Gw? Well, penuh dengan plan A, plan B, plan C...tapi belom tertuliskan. Hehehe...
Paling nggak, gw mengakhiri tahun 2008 dengan kenangan yang manis. Gw sekeluarga pergi berlibur ke Jogja. Akhirnya, cita-cita bertahun-tahun yang lalu baru tersampaikan sekarang. First destination pas nyampe Jogja, kemana lagi kalau bukan ke Maliboro. Hm, tipikal turis sekali. Dua hari pertama kita habiskan di jalanan Malioboro. Nyokap hunting pernak-pernik buat rumah. Gw memburu baju2 batik.
Tapi yang paling berkesan dari semua itu adalah pas malam tahun barunya. Kita semua nonton Sendratari Ramayana di panggung terbukanya Prambanan. The ballet was sooooo beautiful. Gw suka banget. Dan karena tariannya dikolaborasi sama Reog Panorogo, dll, jadinya pertunjukkannya sangat atraktif. Rame banget deh. Habis sendratarinya, setelah detik-detik tahun baru, seperti biasa ada pertunjukan kembang api. Wuih, kembang apinya baguuuussss banget. Yah, walopun ngeluarin lumayan banyak duit (250 rebu each person), tapi worth it lah kalo menurut gw. Apalagi kalo yang ngebayarin nyokap. Hehehehe.
Friday, December 12, 2008
So Litte Time So Much To Do
Dear all,
Hari ini salah satu teman seangkatan kuliah gw ada yang melaksanakan acara tunangannya. Gw sama sekali nggak nyangka, karna pas kuliah dia bukan tipe cewek yang selalu ditangkringin cowo setiap kali selesai kuliah. Dia lebih sering ngumpul sama temen-temen ceweknya. Nggak kebayang sama gw dia akan membuat suatu komitmen jangka panjang sama kaum adam dalam waktu yang relatif cepat.
Semakin lama semakin banyak aja gw mengenal orang di sekitar gw, yang umurnya nggak jauh dari gw, baru menikah atau malah udah menikah dari setaun or dua taun yang lalu. Di umur, yang menurut gw, masih cukup muda (sekitar 22-24 taun). Setiap kali melihat orang yang seperti itu ada dua rasa yang terbesit di hati gw, heran sekaligus kagum. Kedua rasa ini karna pertanyaan yang sama, kok mereka berani ya mengambil langkah yang sangat besar di saat mereka masih sangat muda? Apa mereka merasa telah meraih cukup banyak dari yang ditawarkan hidup ini?
Gw bukan orang yang tidak percaya dengan ikatan yang disebut pernikahan. Tapi jujur aja, sampai saat ini, yang namanya rencana menikah belum ada di dalam to-do list gw. Selain emang calonnya juga yang belom nongol-nongol ampe sekarang, tapi juga karna masih banyaaaakkk banget hal yang pengen gw lakukan sebelum nikah. Gw pengen karir gw stabil dulu, gw pengen terlebih dahulu meraih gelar S2 dari perguruan tinggi di luar negeri. Sampe-sampe gw bingung sendiri mau naro "nikah" di timetable bagian mana. Kadang gw ngerasa takut juga. Takut kalau gw terlalu terfokus pada diri gw and I'm end up being alone. Fiuh, jangan sampe deh...
I'm feeling like a baby that learning how to walk and talk. Gw pun masih meraba-raba hidup seperti apa yang akan gw rencanakan ke depannya. So many dream to pursue, but so little time...
Hari ini salah satu teman seangkatan kuliah gw ada yang melaksanakan acara tunangannya. Gw sama sekali nggak nyangka, karna pas kuliah dia bukan tipe cewek yang selalu ditangkringin cowo setiap kali selesai kuliah. Dia lebih sering ngumpul sama temen-temen ceweknya. Nggak kebayang sama gw dia akan membuat suatu komitmen jangka panjang sama kaum adam dalam waktu yang relatif cepat.
Semakin lama semakin banyak aja gw mengenal orang di sekitar gw, yang umurnya nggak jauh dari gw, baru menikah atau malah udah menikah dari setaun or dua taun yang lalu. Di umur, yang menurut gw, masih cukup muda (sekitar 22-24 taun). Setiap kali melihat orang yang seperti itu ada dua rasa yang terbesit di hati gw, heran sekaligus kagum. Kedua rasa ini karna pertanyaan yang sama, kok mereka berani ya mengambil langkah yang sangat besar di saat mereka masih sangat muda? Apa mereka merasa telah meraih cukup banyak dari yang ditawarkan hidup ini?
Gw bukan orang yang tidak percaya dengan ikatan yang disebut pernikahan. Tapi jujur aja, sampai saat ini, yang namanya rencana menikah belum ada di dalam to-do list gw. Selain emang calonnya juga yang belom nongol-nongol ampe sekarang, tapi juga karna masih banyaaaakkk banget hal yang pengen gw lakukan sebelum nikah. Gw pengen karir gw stabil dulu, gw pengen terlebih dahulu meraih gelar S2 dari perguruan tinggi di luar negeri. Sampe-sampe gw bingung sendiri mau naro "nikah" di timetable bagian mana. Kadang gw ngerasa takut juga. Takut kalau gw terlalu terfokus pada diri gw and I'm end up being alone. Fiuh, jangan sampe deh...
I'm feeling like a baby that learning how to walk and talk. Gw pun masih meraba-raba hidup seperti apa yang akan gw rencanakan ke depannya. So many dream to pursue, but so little time...
Sunday, December 7, 2008
My Own Edward Cullen
Dear all, Akhirnya misi gw buat nonton Twilight tercapai juga. Sebenernya alasan gw nonton lebih ke histeria massa. Maksud gw, banyak temen-temen gw yang udah nonton. Some of them bilang OK banget, some of them bilang Yahh okelah. Penasaran dong. Ditambah lagi kayanya film ini highly anticipated banget ya di Amrik sana. Para cast-nya aja udah muncul di berbagai majalah luar. Makin penasaran lah gw, sebagus apa sih ni film.
Sebenernya novel Twilight ini udah lama gw taunya. Cuman dari pertama tau, agak-agak ragu belinya. Takutnya cuma novel cinta-cintaan yang nggak jelas juntrungannya. Mana ampe 3 jilid juga (dan kayanya bakal ada lanjutannya lagi sampe buku ke-5). But again, setelah filmnya release baru gw penasaran sama bukunya. Karna biasanya kalo film yang diangkat dari novel, bakal banyak yang bilang "Bagusan novelnya." Akhirnya gw beli juga (baru kemaren sih) karena penasaran, filmnya aja bisa meledak gitu mungkin emang novelnya bagus kali ya.
Setelah gw nonton (dengan nol pengetahuan soal ceritanya Twilight) gw BENER-BENER KESENGSEM BERAT ama tokon Edward Cullen. Temen-temen gw bilang mukanya serem, terutama matanya. Tapi bagi gw, justru matanya yang keren. Tajem banget. Hehehehe.
Banyak yang bilang spesial efeknya nggak oke. Well, memang bukan itu inti dari film ini bukankah? Tapi kalo gw tetep suka. Gw suka scene-scene yang diambilnya, terutama pas maen baseball.
Overall, gw suka ceritanya. It is drama. It is about love. It is unreal (afterall, it's a vampire and human's love we're talking about). Again, it's a movie. I like the idea about unconditional love that Bella has for Edward. If we think fully logically, it is fool and naive. But somehow we (or at least me) longing of that kind of love, isn't it? Unconditional love.
Well, it just kept me thinking, when will I have my own Edward Cullen? Maybe not in the next one hundred years. Hahahahaha...
Sebenernya novel Twilight ini udah lama gw taunya. Cuman dari pertama tau, agak-agak ragu belinya. Takutnya cuma novel cinta-cintaan yang nggak jelas juntrungannya. Mana ampe 3 jilid juga (dan kayanya bakal ada lanjutannya lagi sampe buku ke-5). But again, setelah filmnya release baru gw penasaran sama bukunya. Karna biasanya kalo film yang diangkat dari novel, bakal banyak yang bilang "Bagusan novelnya." Akhirnya gw beli juga (baru kemaren sih) karena penasaran, filmnya aja bisa meledak gitu mungkin emang novelnya bagus kali ya.
Setelah gw nonton (dengan nol pengetahuan soal ceritanya Twilight) gw BENER-BENER KESENGSEM BERAT ama tokon Edward Cullen. Temen-temen gw bilang mukanya serem, terutama matanya. Tapi bagi gw, justru matanya yang keren. Tajem banget. Hehehehe.
Banyak yang bilang spesial efeknya nggak oke. Well, memang bukan itu inti dari film ini bukankah? Tapi kalo gw tetep suka. Gw suka scene-scene yang diambilnya, terutama pas maen baseball.
Overall, gw suka ceritanya. It is drama. It is about love. It is unreal (afterall, it's a vampire and human's love we're talking about). Again, it's a movie. I like the idea about unconditional love that Bella has for Edward. If we think fully logically, it is fool and naive. But somehow we (or at least me) longing of that kind of love, isn't it? Unconditional love.
Well, it just kept me thinking, when will I have my own Edward Cullen? Maybe not in the next one hundred years. Hahahahaha...
Thursday, December 4, 2008
Yahhh, KENA DEH!
Dear all,
Okeh, pastinya udah pada sadar kan ya kalo jalan-jalan sekarang pada rusak. Bolong sana, bolong sini. Kadang udah dibenerin juga, cuma bertahan sebentar. Abis dibenerinnya cuma pake timbunan pasir dan tanah. Tapi sekarang udah ada kemajuan sih. Jalan rusak menuju ke rumah ge sekarang lagi dalam proses perbaikan. Di beton bo….
Hal yang sama juga gw alami setiap pagi pas berangkat ke kantor. Kantor gw kan emang bukan di jalanan utama ibukota. Kantor gw berlokasi di desa wanaherang, gunung putri. Otomatis setiap pagi bus-bus jemputan itu ngelewatin rumah-rumah penduduk, pasar, toko-toko kecil.
Nah, ada nih pasar yang letaknya deket sama kantor gw. Kalo udah nyampe pasar itu, palingan tinggal 5 menitan lagi udah nyampe kantor, itu kalo nggak macet. Tapi setiap pagi ngelewatin pasar itu pasti macet. Dulu waktu baru pertama kali masuk kantor (which is sekitar satu setengah bulan yang lalu), gw inget banget jalan di depan pasar itu emang rusak berat. Bolongnya gede dan dalem. Nggak lama kemudian, udah mulai keliatan proyek pembangunannya. Setengah ruas jalannya mulai dibeton, itu kalo nggak salah setelah satu minggu gw masuk. Tapi sampe sekarang jalannya belum beres-beres. Betonannya baru sekitar 500 meter. Tambah menjadi lah macet di pasar itu karna cuma satu jalur yang dipake. Keadaan makin diperparah sama keadaan jalan yang tiap pagi selalu banjir. Yup, BANJIR. Mau tadi malemnya ujan kek, mau nggak ujan kek, pasti selalu banjir. Air yang ngegenang bisa nyampe semata kaki, bahkan pernah lebih. Parit-parit yang ada disana kayanya nggak ngaruh tuh. Bukan jadi tempat saluran air, malah jadi tempat tampungan air.
Walopun selalu kena macet di pasar itu, tapi biasanya nggak pernah ampe stuck gitu. Sampe dua hari yang lalu. Jadi, waktu bis jemputan gw nggak bisa belok gara-gara kehalangan angkot yang berenti di tengah jalan. Gw kira itu angkot mogok, karna emang genangan airnya lagi lumayan tinggi. Ternyata bukan itu masalahnya. Roda kiri belakang angkot itu masuk ke lubang tanah. Jadi nggak bisa maju. Kebayang kan kalo roda mobil masuk ke lubang lumpur. Mau di gas kaya apa juga mobilnya nggak bisa maju-maju. Gw kasian banget sama abang angkotnya, karna nggak ada yang mau turun ke jalanan buat ngebantuin dia mindahin mobilnya. Orang jalanannya aja banjir kaya gitu. Satpam ama polisi yang ada juga cuma diem ngeliatin aja. Takut baju seragamnya kotor kali ya. Akhirnya setelah maju mundur beberapa kali dan dengan keahlian supir bis, kita bisa lewat juga. Tapi lumayan makan waktu.
Nah, hari ini kejadian yang sama keulang lagi dengan korban yang berbeda. Ini kejadian waktu gw pulang kantor. Seperti biasa kita kena macet. Tapi yang ini lebih lama dari biasanya. Usut punya usut, waktu ngelewatin belokan yang sama, ternyata ada truk barang yang kejeblos di lubang yang sama dengan si angkot. Yang lebih apesnya lagi, truk itu ngebawa dus-dus AQUA gelas. Waktu gw ngelewatin trus itu, keliatan beberapa orang mas-mas lagi ngangkut-ngangkutin dus-dus yang udah basah dan robek dari tanah. Kayanya jatuh pas si truk itu oleng. Apes apes…..kalo kata salah satu acara TV, “Yah, KENA DEH!”….
Okeh, pastinya udah pada sadar kan ya kalo jalan-jalan sekarang pada rusak. Bolong sana, bolong sini. Kadang udah dibenerin juga, cuma bertahan sebentar. Abis dibenerinnya cuma pake timbunan pasir dan tanah. Tapi sekarang udah ada kemajuan sih. Jalan rusak menuju ke rumah ge sekarang lagi dalam proses perbaikan. Di beton bo….
Hal yang sama juga gw alami setiap pagi pas berangkat ke kantor. Kantor gw kan emang bukan di jalanan utama ibukota. Kantor gw berlokasi di desa wanaherang, gunung putri. Otomatis setiap pagi bus-bus jemputan itu ngelewatin rumah-rumah penduduk, pasar, toko-toko kecil.
Nah, ada nih pasar yang letaknya deket sama kantor gw. Kalo udah nyampe pasar itu, palingan tinggal 5 menitan lagi udah nyampe kantor, itu kalo nggak macet. Tapi setiap pagi ngelewatin pasar itu pasti macet. Dulu waktu baru pertama kali masuk kantor (which is sekitar satu setengah bulan yang lalu), gw inget banget jalan di depan pasar itu emang rusak berat. Bolongnya gede dan dalem. Nggak lama kemudian, udah mulai keliatan proyek pembangunannya. Setengah ruas jalannya mulai dibeton, itu kalo nggak salah setelah satu minggu gw masuk. Tapi sampe sekarang jalannya belum beres-beres. Betonannya baru sekitar 500 meter. Tambah menjadi lah macet di pasar itu karna cuma satu jalur yang dipake. Keadaan makin diperparah sama keadaan jalan yang tiap pagi selalu banjir. Yup, BANJIR. Mau tadi malemnya ujan kek, mau nggak ujan kek, pasti selalu banjir. Air yang ngegenang bisa nyampe semata kaki, bahkan pernah lebih. Parit-parit yang ada disana kayanya nggak ngaruh tuh. Bukan jadi tempat saluran air, malah jadi tempat tampungan air.
Walopun selalu kena macet di pasar itu, tapi biasanya nggak pernah ampe stuck gitu. Sampe dua hari yang lalu. Jadi, waktu bis jemputan gw nggak bisa belok gara-gara kehalangan angkot yang berenti di tengah jalan. Gw kira itu angkot mogok, karna emang genangan airnya lagi lumayan tinggi. Ternyata bukan itu masalahnya. Roda kiri belakang angkot itu masuk ke lubang tanah. Jadi nggak bisa maju. Kebayang kan kalo roda mobil masuk ke lubang lumpur. Mau di gas kaya apa juga mobilnya nggak bisa maju-maju. Gw kasian banget sama abang angkotnya, karna nggak ada yang mau turun ke jalanan buat ngebantuin dia mindahin mobilnya. Orang jalanannya aja banjir kaya gitu. Satpam ama polisi yang ada juga cuma diem ngeliatin aja. Takut baju seragamnya kotor kali ya. Akhirnya setelah maju mundur beberapa kali dan dengan keahlian supir bis, kita bisa lewat juga. Tapi lumayan makan waktu.
Nah, hari ini kejadian yang sama keulang lagi dengan korban yang berbeda. Ini kejadian waktu gw pulang kantor. Seperti biasa kita kena macet. Tapi yang ini lebih lama dari biasanya. Usut punya usut, waktu ngelewatin belokan yang sama, ternyata ada truk barang yang kejeblos di lubang yang sama dengan si angkot. Yang lebih apesnya lagi, truk itu ngebawa dus-dus AQUA gelas. Waktu gw ngelewatin trus itu, keliatan beberapa orang mas-mas lagi ngangkut-ngangkutin dus-dus yang udah basah dan robek dari tanah. Kayanya jatuh pas si truk itu oleng. Apes apes…..kalo kata salah satu acara TV, “Yah, KENA DEH!”….
Subscribe to:
Posts (Atom)
