Dear all,
Nggak kerasa, kurang lebih dua minggu sudah berita tentang perang (yang nggak seimbang) antara Hamas-Palestina n Israel wara wiri di acara berita di TV. Berita tentang kekejaman Israel juga makin membludak yang masuk ke inbox email. Semakin membuka mata tentang betapa manusia bisa menjadi mosnter bagi manusia yang lain.
Gw bukan orang yang terlalu tertarik dengan masalah politik. Gw nggak begitu ngerti apa yang terjadi antara Hamas dengan Israel. But come on, ketika melihat anak balita mati karna peluru yang bersarang diperutnya atau melihat seorang bapak menangisi ketiga anaknya yang mati tertembak mustahil hati lu nggak ikut menangis. Ato ketika melihat dua tentara Israel yang berfoto di depan mayat laki-laki Palestina, yang gw yakin pasti bikin lu merasa jijik.
Dan pas gw nyetrika sendirian tadi malem (hehe, jadi upik abu), gw mikir...disaat gw bisa dengan tenangnya hidup...pulang pergi ke kantor, buka2 facebook, chatting sama temen2 gw. Yang paling gw khawatirin saat ini cuman,"kapan ya gw dapet kerja tetap?". Sementara di belahan bumi yang laen, ada orang-orang yang khawatir apakah dia akan hidup besok? Apakah masih bisa bertemu keluarganya besok?
And I keep asking to myself, "What can I do?"
Friday, January 16, 2009
The Alchemyst: The Secret of The Immortal Nicholas Flamel

Dear all,
Buku pertama yang berhasil gw selesaikan di bulan Januari ini. Judulnya "The Alchemyst: The Secret of The Immortal Nicholas Flammel". Secara umum, buku ini tipe lainnya dari bukunya HarPot, Narnia, dan buku lain yang melibatkan penyihir. Kalo yang suka baca buku HarPot, masih inget di buku HarPot pertama pernah disebut-sebut tentang seseorang yang membuat sebuah batu bertuah, yang bisa bikin si empunya hidup ratusan tahun? Batu yang diincer-incer sama Voldemort? Inget kalo Ron nyariin namanya di perpus selama liburan musim dingin, tapi nggak ketemu2? Sementara Hermione yang nyari beberapa saat langsung ketemu? Inget kalo namanya Nicholas Flamel. Yup, buku The Alchemyst ini menceritakan tentang legenda Nicholas Flamel yang itu.
Cerita ini berkisah tentang perebutan buku Abraham sang Magus, yang memuat tentang rahasia kehidupan abadi, antara Flamel dan Dr. John Dee (tokoh antagonis dalam buku ini). Dee bekerja untuk Ras Tetua Gelap yang ingin berkuasa kembali di dunia. Ras Tetua yang diceritakan dalam buku ini merupakan perwujudan dewa dewi yang jaman dahulu di sembah oleh manusia. Sebut aja misalnya, Dewi Bastet, dewi kucing dari mitologi yunani (kalo nggak salah). Dalam suatu pertarungan antara Flamel dan Dee, buku Codex (sebutan lain dari buku Abraham sang Magus) berhasil direbut oleh Dee. Secara tidak sengaja, pertarungan antara dua legenda tersebut melibatkan dua anak manusia (yang disebut humani) kembar, Sophie dan Josh. Dalam usahanya menolong Flamel, ternyata Josh berhasil merebut dua lembar halaman buku Codex. Sehingga upaya Dee dalam membangkitkan kembali Ras Tetua nggak berjalan dengan lancar. Mulai lah petualangan seru Sophie, Josh, dan Flamel dalam memperebutkan kembali buku Codex tersebut.
Gw suka beberapa hal dari buku ini. Yang pertama adalah cerita yang seru bahkan dari bab-bab awalnya. Ceritanya dibangun dengan cukup cepat tapi nggak terkesan terburu-buru. Jadi mulai dari awal-awal gw udah enggan buat ngelepasin buku ini dari tangan gw. Terus, Michael Scott (penulisnya) dengan cerdik menggabungkan antara mitologi, legenda, dan sejarah ke dalam suatu cerita yang menarik dan mengalir. Ketiga, cerita ini nggak terlalu berat. Jadi bacanya juga nggak membutuhkan terlalu banyak mikir.
Buku pertama yang berhasil gw selesaikan di bulan Januari ini. Judulnya "The Alchemyst: The Secret of The Immortal Nicholas Flammel". Secara umum, buku ini tipe lainnya dari bukunya HarPot, Narnia, dan buku lain yang melibatkan penyihir. Kalo yang suka baca buku HarPot, masih inget di buku HarPot pertama pernah disebut-sebut tentang seseorang yang membuat sebuah batu bertuah, yang bisa bikin si empunya hidup ratusan tahun? Batu yang diincer-incer sama Voldemort? Inget kalo Ron nyariin namanya di perpus selama liburan musim dingin, tapi nggak ketemu2? Sementara Hermione yang nyari beberapa saat langsung ketemu? Inget kalo namanya Nicholas Flamel. Yup, buku The Alchemyst ini menceritakan tentang legenda Nicholas Flamel yang itu.
Cerita ini berkisah tentang perebutan buku Abraham sang Magus, yang memuat tentang rahasia kehidupan abadi, antara Flamel dan Dr. John Dee (tokoh antagonis dalam buku ini). Dee bekerja untuk Ras Tetua Gelap yang ingin berkuasa kembali di dunia. Ras Tetua yang diceritakan dalam buku ini merupakan perwujudan dewa dewi yang jaman dahulu di sembah oleh manusia. Sebut aja misalnya, Dewi Bastet, dewi kucing dari mitologi yunani (kalo nggak salah). Dalam suatu pertarungan antara Flamel dan Dee, buku Codex (sebutan lain dari buku Abraham sang Magus) berhasil direbut oleh Dee. Secara tidak sengaja, pertarungan antara dua legenda tersebut melibatkan dua anak manusia (yang disebut humani) kembar, Sophie dan Josh. Dalam usahanya menolong Flamel, ternyata Josh berhasil merebut dua lembar halaman buku Codex. Sehingga upaya Dee dalam membangkitkan kembali Ras Tetua nggak berjalan dengan lancar. Mulai lah petualangan seru Sophie, Josh, dan Flamel dalam memperebutkan kembali buku Codex tersebut.
Gw suka beberapa hal dari buku ini. Yang pertama adalah cerita yang seru bahkan dari bab-bab awalnya. Ceritanya dibangun dengan cukup cepat tapi nggak terkesan terburu-buru. Jadi mulai dari awal-awal gw udah enggan buat ngelepasin buku ini dari tangan gw. Terus, Michael Scott (penulisnya) dengan cerdik menggabungkan antara mitologi, legenda, dan sejarah ke dalam suatu cerita yang menarik dan mengalir. Ketiga, cerita ini nggak terlalu berat. Jadi bacanya juga nggak membutuhkan terlalu banyak mikir.
Tapi, ada yang hal yang paling mengganggu gw. Yaitu tokoh mitologi di dalam buku ini terlalu banyak dan diceritakan dalam waktu yang sempit. Jadi cukup sulit mengingat tokoh mana yang bentuknya seperti apa. Kalo lupa, biasanya gw balik lagi ke bagian yang menyebutkan tentang tokoh itu.
Nah, itu aja review buku yang baru gw baca. Tunggu aja review buku selanjutnya ya.....
Nah, itu aja review buku yang baru gw baca. Tunggu aja review buku selanjutnya ya.....
Monday, January 5, 2009
Pagi, Cepatlah Datang
I hardly can wait
For the sun rises in the next morning
When it comes,
I'll fill my lungs with hope
To catch even just a glimpse of you
For the sun rises in the next morning
When it comes,
I'll fill my lungs with hope
To catch even just a glimpse of you
Welcome 2009
Dear all,
Happy New Year!!!
Senangnya akhirnya bisa manatap n memulai lembaran baru. Taon 2008 udah lewat, taon 2009 baruuuu aja dateng. Moga2 semua hal bisa lebih mantap di tahun yang baru. Ada yang udah nyiapin resolusi taon baru yang bejubel? Listnya udah sepanjang apa tuh? Ato ada yang "just see what come ahead"? Terserah pilihan masing2 sih ya, mau seperti apa menghadapi tahun yang akan datang ini. Penuh dengan rencana-rencana or ikut sistem "just let it flow".
Gw? Well, penuh dengan plan A, plan B, plan C...tapi belom tertuliskan. Hehehe...
Paling nggak, gw mengakhiri tahun 2008 dengan kenangan yang manis. Gw sekeluarga pergi berlibur ke Jogja. Akhirnya, cita-cita bertahun-tahun yang lalu baru tersampaikan sekarang. First destination pas nyampe Jogja, kemana lagi kalau bukan ke Maliboro. Hm, tipikal turis sekali. Dua hari pertama kita habiskan di jalanan Malioboro. Nyokap hunting pernak-pernik buat rumah. Gw memburu baju2 batik.
Tapi yang paling berkesan dari semua itu adalah pas malam tahun barunya. Kita semua nonton Sendratari Ramayana di panggung terbukanya Prambanan. The ballet was sooooo beautiful. Gw suka banget. Dan karena tariannya dikolaborasi sama Reog Panorogo, dll, jadinya pertunjukkannya sangat atraktif. Rame banget deh. Habis sendratarinya, setelah detik-detik tahun baru, seperti biasa ada pertunjukan kembang api. Wuih, kembang apinya baguuuussss banget. Yah, walopun ngeluarin lumayan banyak duit (250 rebu each person), tapi worth it lah kalo menurut gw. Apalagi kalo yang ngebayarin nyokap. Hehehehe.
Happy New Year!!!
Senangnya akhirnya bisa manatap n memulai lembaran baru. Taon 2008 udah lewat, taon 2009 baruuuu aja dateng. Moga2 semua hal bisa lebih mantap di tahun yang baru. Ada yang udah nyiapin resolusi taon baru yang bejubel? Listnya udah sepanjang apa tuh? Ato ada yang "just see what come ahead"? Terserah pilihan masing2 sih ya, mau seperti apa menghadapi tahun yang akan datang ini. Penuh dengan rencana-rencana or ikut sistem "just let it flow".
Gw? Well, penuh dengan plan A, plan B, plan C...tapi belom tertuliskan. Hehehe...
Paling nggak, gw mengakhiri tahun 2008 dengan kenangan yang manis. Gw sekeluarga pergi berlibur ke Jogja. Akhirnya, cita-cita bertahun-tahun yang lalu baru tersampaikan sekarang. First destination pas nyampe Jogja, kemana lagi kalau bukan ke Maliboro. Hm, tipikal turis sekali. Dua hari pertama kita habiskan di jalanan Malioboro. Nyokap hunting pernak-pernik buat rumah. Gw memburu baju2 batik.
Tapi yang paling berkesan dari semua itu adalah pas malam tahun barunya. Kita semua nonton Sendratari Ramayana di panggung terbukanya Prambanan. The ballet was sooooo beautiful. Gw suka banget. Dan karena tariannya dikolaborasi sama Reog Panorogo, dll, jadinya pertunjukkannya sangat atraktif. Rame banget deh. Habis sendratarinya, setelah detik-detik tahun baru, seperti biasa ada pertunjukan kembang api. Wuih, kembang apinya baguuuussss banget. Yah, walopun ngeluarin lumayan banyak duit (250 rebu each person), tapi worth it lah kalo menurut gw. Apalagi kalo yang ngebayarin nyokap. Hehehehe.
Subscribe to:
Posts (Atom)
