Friday, January 16, 2009

The Alchemyst: The Secret of The Immortal Nicholas Flamel




Dear all,

Buku pertama yang berhasil gw selesaikan di bulan Januari ini. Judulnya "The Alchemyst: The Secret of The Immortal Nicholas Flammel". Secara umum, buku ini tipe lainnya dari bukunya HarPot, Narnia, dan buku lain yang melibatkan penyihir. Kalo yang suka baca buku HarPot, masih inget di buku HarPot pertama pernah disebut-sebut tentang seseorang yang membuat sebuah batu bertuah, yang bisa bikin si empunya hidup ratusan tahun? Batu yang diincer-incer sama Voldemort? Inget kalo Ron nyariin namanya di perpus selama liburan musim dingin, tapi nggak ketemu2? Sementara Hermione yang nyari beberapa saat langsung ketemu? Inget kalo namanya Nicholas Flamel. Yup, buku The Alchemyst ini menceritakan tentang legenda Nicholas Flamel yang itu.

Cerita ini berkisah tentang perebutan buku Abraham sang Magus, yang memuat tentang rahasia kehidupan abadi, antara Flamel dan Dr. John Dee (tokoh antagonis dalam buku ini). Dee bekerja untuk Ras Tetua Gelap yang ingin berkuasa kembali di dunia. Ras Tetua yang diceritakan dalam buku ini merupakan perwujudan dewa dewi yang jaman dahulu di sembah oleh manusia. Sebut aja misalnya, Dewi Bastet, dewi kucing dari mitologi yunani (kalo nggak salah). Dalam suatu pertarungan antara Flamel dan Dee, buku Codex (sebutan lain dari buku Abraham sang Magus) berhasil direbut oleh Dee. Secara tidak sengaja, pertarungan antara dua legenda tersebut melibatkan dua anak manusia (yang disebut humani) kembar, Sophie dan Josh. Dalam usahanya menolong Flamel, ternyata Josh berhasil merebut dua lembar halaman buku Codex. Sehingga upaya Dee dalam membangkitkan kembali Ras Tetua nggak berjalan dengan lancar. Mulai lah petualangan seru Sophie, Josh, dan Flamel dalam memperebutkan kembali buku Codex tersebut.

Gw suka beberapa hal dari buku ini. Yang pertama adalah cerita yang seru bahkan dari bab-bab awalnya. Ceritanya dibangun dengan cukup cepat tapi nggak terkesan terburu-buru. Jadi mulai dari awal-awal gw udah enggan buat ngelepasin buku ini dari tangan gw. Terus, Michael Scott (penulisnya) dengan cerdik menggabungkan antara mitologi, legenda, dan sejarah ke dalam suatu cerita yang menarik dan mengalir. Ketiga, cerita ini nggak terlalu berat. Jadi bacanya juga nggak membutuhkan terlalu banyak mikir.
Tapi, ada yang hal yang paling mengganggu gw. Yaitu tokoh mitologi di dalam buku ini terlalu banyak dan diceritakan dalam waktu yang sempit. Jadi cukup sulit mengingat tokoh mana yang bentuknya seperti apa. Kalo lupa, biasanya gw balik lagi ke bagian yang menyebutkan tentang tokoh itu.

Nah, itu aja review buku yang baru gw baca. Tunggu aja review buku selanjutnya ya.....

No comments:

Post a Comment