Sunday, December 7, 2008

My Own Edward Cullen

Dear all, Akhirnya misi gw buat nonton Twilight tercapai juga. Sebenernya alasan gw nonton lebih ke histeria massa. Maksud gw, banyak temen-temen gw yang udah nonton. Some of them bilang OK banget, some of them bilang Yahh okelah. Penasaran dong. Ditambah lagi kayanya film ini highly anticipated banget ya di Amrik sana. Para cast-nya aja udah muncul di berbagai majalah luar. Makin penasaran lah gw, sebagus apa sih ni film.

Sebenernya novel Twilight ini udah lama gw taunya. Cuman dari pertama tau, agak-agak ragu belinya. Takutnya cuma novel cinta-cintaan yang nggak jelas juntrungannya. Mana ampe 3 jilid juga (dan kayanya bakal ada lanjutannya lagi sampe buku ke-5). But again, setelah filmnya release baru gw penasaran sama bukunya. Karna biasanya kalo film yang diangkat dari novel, bakal banyak yang bilang "Bagusan novelnya." Akhirnya gw beli juga (baru kemaren sih) karena penasaran, filmnya aja bisa meledak gitu mungkin emang novelnya bagus kali ya.

Setelah gw nonton (dengan nol pengetahuan soal ceritanya Twilight) gw BENER-BENER KESENGSEM BERAT ama tokon Edward Cullen. Temen-temen gw bilang mukanya serem, terutama matanya. Tapi bagi gw, justru matanya yang keren. Tajem banget. Hehehehe.

Banyak yang bilang spesial efeknya nggak oke. Well, memang bukan itu inti dari film ini bukankah? Tapi kalo gw tetep suka. Gw suka scene-scene yang diambilnya, terutama pas maen baseball.

Overall, gw suka ceritanya. It is drama. It is about love. It is unreal (afterall, it's a vampire and human's love we're talking about). Again, it's a movie. I like the idea about unconditional love that Bella has for Edward. If we think fully logically, it is fool and naive. But somehow we (or at least me) longing of that kind of love, isn't it? Unconditional love.

Well, it just kept me thinking, when will I have my own Edward Cullen? Maybe not in the next one hundred years. Hahahahaha...

No comments:

Post a Comment